Persaingan pasar ponsel entry-level kian sengit dengan standar baru fitur premium seperti layar refresh rate tinggi dan baterai jumbo seharga satu jutaan rupiah demi kenyamanan pengguna aktif.
Digitnesia.com, Jakarta – Persaingan pasar ponsel pintar kelas entry-level kian sengit seiring banyaknya produsen yang menyematkan fitur premium pada perangkat dengan harga Rp1 jutaan. Strategi ini dilakukan untuk menjaga relevansi produk di tengah tingginya kebutuhan fungsional pengguna masa kini.
Pergeseran standar ini tampak dari penggunaan layar berteknologi refresh rate tinggi, kapasitas baterai jumbo, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI). Fitur-fitur yang sebelumnya hanya tersedia untuk ponsel kelas menengah tersebut kini menjadi standar baru di segmen harga terjangkau.
Sektor layar menjadi salah satu peningkatan paling signifikan. Xiaomi melalui Redmi A5 menghadirkan layar seluas 6,88 inci dengan dukungan refresh rate hingga 120Hz serta touch sampling rate 240Hz.
Langkah serupa diambil Realme lewat seri Note 70 yang mengusung layar 6,74 inci dengan refresh rate 90Hz. Inovasi ini memberikan pengalaman visual yang jauh lebih mulus saat berselancar di media sosial dibandingkan layar 60Hz konvensional.
Selain sektor layar, kapasitas baterai menjadi senjata utama produsen dalam menarik minat konsumen. Realme Note 70 dibekali baterai jumbo berkapasitas 6.300mAh dengan dukungan pengisian cepat 15W.
Di sisi lain, Redmi A5 mengandalkan baterai berkapasitas 5.200mAh yang juga mendukung pengisian daya 15W. Keduanya diklaim mampu bertahan hingga lebih dari 20 jam untuk aktivitas pemutaran video dalam sekali pengisian daya.
Tren peningkatan spesifikasi ini menegaskan bahwa daya tahan baterai serta kenyamanan layar menjadi prioritas utama konsumen. Produsen kini tidak lagi sekadar menawarkan harga murah, namun mulai mengedepankan nilai guna perangkat bagi pengguna aktif.