Fitur iCloud Private Relay Apple dilaporkan mengalami celah keamanan serius yang menyebabkan kebocoran alamat IP pengguna, sehingga privasi dan identitas saat menjelajah internet kini tidak lagi sepenuhnya terjamin.
Digitnesia.com, Jakarta – Layanan privasi berbayar iCloud Private Relay milik Apple dilaporkan memiliki celah keamanan serius yang menyebabkan kebocoran alamat IP pengguna. Fitur yang seharusnya menyembunyikan identitas dan histori penelusuran tersebut kini terbukti tidak sepenuhnya privat.
Temuan ini diungkap oleh peneliti keamanan Talal Haj Bakry dan Tommy Mysk. Mereka menemukan bahwa kelemahan pada sistem autentikasi passkey memungkinkan akses situs web diproses di luar perlindungan Private Relay.
Akibat celah tersebut, situs web tetap dapat melacak dan melihat alamat IP asli pengguna. Masalah ini tidak hanya menimpa Safari, tetapi juga berdampak pada peramban berbasis privasi di iOS, termasuk Onion Browser yang terhubung ke jaringan Tor.
Private Relay sejatinya bekerja dengan mengenkripsi kueri DNS serta menciptakan alamat IP sementara. Mekanisme ini dirancang untuk memblokir penyedia layanan internet (ISP) maupun situs web dalam melacak lokasi dan aktivitas pengguna.
Hasil pengujian pihak independen mengonfirmasi adanya kebocoran tersebut. Meski peneliti telah melaporkan masalah ini kepada Apple, belum ada kepastian mengenai jadwal perbaikan atau kapan celah tersebut akan ditutup.
Insiden ini menambah daftar panjang kerentanan fitur privasi Apple. Sebelumnya, pada Juli 2026, fitur “Hide My Email” juga terbukti memiliki celah yang mengekspos alamat email asli pengguna.
Perbaikan yang diklaim telah dilakukan Apple terhadap fitur “Hide My Email” dinilai belum efektif. Pengguna kini diminta meningkatkan kewaspadaan saat mengandalkan fitur privasi bawaan perangkat.