BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, meskipun kondisi iklim secara umum diprediksi sedang mengalami periode kering akibat fenomena El Nino.
Digitnesia.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (1/8). Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem di daerah masing-masing.
Wilayah dengan status waspada hujan lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, dan Sumatra Selatan. Kondisi serupa juga berpotensi melanda Jawa Barat, Sulawesi Tengah, serta Papua Barat.
BMKG memastikan tidak ada wilayah yang berstatus siaga maupun awas untuk curah hujan ekstrem pada hari ini. Di sisi lain, ancaman angin kencang diprakirakan terjadi di Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.
Angin kencang juga berpotensi menyasar wilayah Papua Barat, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Utara. Fenomena ini berlangsung di tengah pengaruh El Nino yang secara global menekan curah hujan di Indonesia.
Indeks Niño 3.4 yang berada di angka +2,26 dan Southern Oscillation Index (SOI) di level -28,2 menunjukkan dominasi kondisi iklim kering. BMKG memprediksi 91,43 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan rendah sepanjang dasarian I Agustus 2026.
Meski demikian, BMKG menegaskan peluang hujan tetap terbuka di berbagai titik. “Meskipun demikian, peluang hujan tetap terdapat di sejumlah wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam laporan periode 31 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Pertumbuhan awan hujan dipicu oleh aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin di sebagian Sumatra serta Kalimantan. Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) turut mendukung pembentukan awan di wilayah timur Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik utara Papua Barat juga menjadi faktor pendukung utama. Sistem ini menciptakan pola konvergensi yang memicu penumpukan massa udara dan hujan lokal.
BMKG juga memperingatkan peningkatan kecepatan angin di sejumlah perairan. Wilayah terdampak meliputi Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.
Potensi peningkatan kecepatan angin juga mencakup perairan timur Indonesia. Area tersebut meliputi Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, hingga Laut Arafura.