Winamp akan meluncurkan layanan streaming musik premium pada 2027 dengan menggandeng teknologi Deezer untuk menghadirkan pengalaman mendengarkan musik otentik yang dapat dikustomisasi bagi puluhan juta penggunanya di seluruh dunia.
Digitnesia.com, Jakarta – Winamp bersiap kembali meramaikan industri musik digital dengan meluncurkan layanan streaming berlangganan premium pada semester pertama 2027. Layanan ini akan hadir melalui Winamp Player generasi terbaru yang mengintegrasikan teknologi serta katalog musik global milik Deezer.
Dalam kolaborasi strategis ini, Deezer menyediakan teknologi white-label streaming. Skema tersebut memungkinkan Winamp memanfaatkan infrastruktur Deezer untuk menyajikan layanan musik dengan antarmuka khas Winamp.
Winamp memastikan layanan premium ini terintegrasi langsung ke dalam aplikasi. Pengguna akan merasakan pengalaman otentik Winamp yang berbeda dari aplikasi Deezer konvensional.
Platform ini nantinya menggabungkan berbagai sumber audio dalam satu aplikasi. Pengguna dapat mengakses katalog streaming, koleksi musik lokal, radio internet, siniar, hingga koleksi berbasis komputasi awan.
Winamp juga menjanjikan antarmuka yang dapat disesuaikan, fitur sosial baru, serta metode inovatif untuk mengatur musik. Namun, perusahaan belum mengungkap detail harga maupun wilayah peluncuran layanan tersebut.
CEO Winamp Group, Alexandre Saboundjian, menegaskan bahwa prinsip utama perusahaan tetap memberikan kebebasan bagi pengguna dalam menikmati musik.
“Dua puluh lima tahun lalu kami mengubah cara orang mendengarkan musik digital, dan kami percaya waktunya telah tiba untuk kembali menantang pengalaman mendengarkan musik,” ujar Saboundjian.
Ia menambahkan, kemitraan dengan Deezer memungkinkan Winamp fokus pada pengembangan produk yang unik. Tujuannya adalah menyatukan seluruh konten audio dalam satu wadah.
Winamp menilai konsep aplikasi pemutar musik selama satu dekade terakhir tidak banyak mengalami perubahan. Melalui generasi baru ini, mereka berambisi menantang dominasi layanan streaming yang ada saat ini.
Layanan berlangganan premium ini nantinya juga akan diintegrasikan ke aplikasi desktop klasik Winamp. Saat ini, Winamp mengeklaim pemutar musik tersebut masih digunakan oleh lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia.
Perusahaan dijadwalkan akan merilis pratinjau dan informasi tambahan mengenai produk tersebut dalam beberapa bulan mendatang.