Tingkatkan Keamanan Data, Sektor Publik Modernisasi Infrastruktur Hibrida untuk Adopsi AI

Adopsi AI di sektor publik terkendala infrastruktur dan fenomena shadow AI, menuntut pemimpin TI memperkuat modernisasi infrastruktur hibrida berbasis kontainer untuk menjamin keamanan sistem serta kepercayaan data masyarakat.

Studi: 73 Persen Infrastruktur TI Sektor Publik Belum Siap Adopsi AI

Digitnesia.com, Jakarta – Sektor publik kini kian masif mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi layanan dan deteksi kecurangan. Namun, langkah ini masih terhambat oleh kesiapan infrastruktur, kapabilitas tenaga kerja, serta tata kelola digital yang belum optimal.

Kondisi tersebut menuntut para pemimpin teknologi informasi (TI) segera melakukan modernisasi infrastruktur hibrida. Hal ini krusial dilakukan untuk menopang beban kerja AI yang semakin kompleks.

Banyak lembaga kini mulai beralih ke teknologi kontainerisasi aplikasi sebagai solusi utama. Metode ini dianggap mampu mendongkrak kecepatan, skalabilitas, dan keamanan sistem secara menyeluruh.

Kendati demikian, sekat operasional internal memicu fenomena shadow AI atau penggunaan teknologi AI yang tidak terverifikasi. Praktik ini dinilai berpotensi merusak misi instansi serta mengancam keamanan data publik.

Laporan Nutanix Enterprise Cloud Index (ECI) sektor publik edisi ke-8 mencatat, sebanyak 91 persen pemimpin TI menganggap shadow AI sebagai ancaman serius. Mereka khawatir penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dapat membahayakan integritas sistem pemerintah.

Chief Technology Officer sekaligus Vice President of Solution Engineering APJ Nutanix, Daryush Ashjari, mengungkapkan adanya pergeseran fokus di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Kini, organisasi lebih memprioritaskan kesiapan operasional dibandingkan sekadar mengejar ambisi adopsi AI.

“Semakin meluasnya shadow AI telah menjadi tantangan utama dalam tata kelola sektor publik,” ujar Daryush, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Daryush, instansi yang berhasil maju adalah mereka yang berhenti mengejar tren AI secara terpisah. Sebaliknya, mereka kini lebih fokus memperkuat fondasi infrastruktur organisasi.

Ia menambahkan, penggunaan arsitektur berbasis kontainer yang aman dapat menjadi pagar pengaman bagi instansi. Strategi ini memungkinkan pemimpin TI memanfaatkan AI dengan percaya diri sekaligus tetap menjaga kepercayaan publik.

Rekomendasi