Kejelasan Pembaruan OS Minim, Motorola Terapkan Kebijakan Tidak Konsisten

Motorola panen kritik tajam akibat ketidakkonsistenan informasi dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan global pada ponsel premium Motorola Edge 70 Max yang memicu kebingungan bagi para konsumen setianya.

Motorola Ogah-ogahan Kasih Pembaruan Perangkat Lunak, Ini Buktinya

Digitnesia.com, Jakarta – Motorola menghadapi kritik tajam terkait konsistensi kebijakan pembaruan perangkat lunak pada ponsel kelas atas terbarunya, Motorola Edge 70 Max. Perusahaan dinilai gagal memberikan transparansi mengenai dukungan sistem operasi bagi para penggunanya.

Perangkat yang dibanderol seharga USD 700 atau sekitar Rp 12,5 juta ini mengunggulkan fitur pengisian daya nirkabel magnetik Qi2 sebagai nilai jual utama. Namun, kebingungan muncul akibat informasi dukungan pembaruan yang saling bertolak belakang.

Situs resmi Motorola Inggris sempat mencantumkan janji dukungan keamanan hingga tahun 2031 dengan tiga tahun pembaruan sistem operasi (OS). Klaim tersebut sebenarnya setara dengan kebijakan kompetitor seperti Google dan Samsung.

Namun, informasi itu kontras dengan catatan kaki pada laman produk yang sama. Dokumen tersebut justru menyatakan bahwa perangkat hanya akan menerima dua kali peningkatan OS dan tiga tahun pembaruan keamanan sejak peluncuran global.

Adanya perbedaan durasi ini memicu spekulasi terkait ketidakjelasan standar internal Motorola. Sementara vendor lain umumnya menerjemahkan tiga tahun pembaruan sebagai tiga kali peningkatan versi, Motorola tidak memberikan penjelasan rinci mengenai definisinya.

Banyak pihak menduga ketidaksinkronan ini terjadi akibat kesalahan penyalinan data antarwilayah pemasaran. Laman produk Motorola di wilayah lain diketahui tidak mencantumkan tahun 2031 sebagai batas akhir dukungan keamanan.

Catatan kaki di situs resmi perusahaan menegaskan bahwa kebijakan pembaruan memang bervariasi tergantung regional. Hal ini semakin memperburuk persepsi publik terhadap manajemen pembaruan perangkat lunak Motorola.

Selama ini, Motorola memang kerap dikritik karena sering mengalami keterlambatan distribusi versi Android terbaru hingga berbulan-bulan. Pengguna menilai dukungan perangkat yang diberikan perusahaan masih sangat minim, terutama jika dibandingkan dengan label harga premium yang ditawarkan.

Rekomendasi