Tingkatkan Kualitas Literasi Digital, LKBN Antara Gelar Bootcamp Content Creator

Lembaga Pendidikan Antara gelar Bootcamp Content Creator untuk melatih generasi muda agar mampu menyajikan konten digital yang faktual, akuntabel, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Bikin Konten Viral Saja Tak Cukup, Kreator Kini Dituntut Punya Literasi Digital

Digitnesia.com, Jakarta – Literasi digital menjadi aspek krusial bagi pembuat konten media sosial dalam menyajikan informasi yang faktual dan akuntabel. Kemampuan ini ditekankan sebagai syarat mutlak agar konten yang dipublikasikan tidak menyesatkan masyarakat.

Pentingnya literasi digital tersebut menjadi fokus utama dalam Bootcamp Content Creator yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Antara di Jakarta. Program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta dukungan dari BNI, Perum Bulog, dan PT Asuransi Jasa Indonesia.

Direktur Utama LKBN Antara, Benny Siga Butar Butar, menegaskan bahwa kreator digital wajib bertanggung jawab atas dampak dari setiap karyanya. Menurutnya, penguasaan teknis produksi tidak akan berarti tanpa dibarengi kepedulian sosial.

“Kegiatan ini merupakan upaya membangun generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian sosial. Mereka dilatih untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas melalui karya yang dihasilkan,” ujar Benny, Sabtu (1/8/2026).

Sepanjang dua hari pelatihan, peserta berusia 17 hingga 20 tahun menerima pembekalan materi mulai dari teknik produksi hingga pengembangan karakter konten. Selain aspek teknis, mereka juga memperdalam literasi media untuk memvalidasi setiap informasi sebelum disebarluaskan.

Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, Syali Gestanon, menyoroti tantangan maraknya penyebaran konten yang minim verifikasi fakta. Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan kreator yang konsisten menyajikan informasi berkualitas.

“Kami berharap ajang ini menghasilkan kreator yang menyajikan informasi berdasarkan fakta dan data. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan manfaat dan terhindar dari informasi yang menyesatkan,” pungkas Syali.

Rekomendasi