Tingkatkan Konektivitas Digital, HMD Perluas Pemasaran Ponsel Klasik Berbasis AI

HMD Global segera membawa ponsel fitur HMD Touch AI ke pasar Indonesia, menawarkan desain retro dengan dukungan teknologi kecerdasan buatan bagi pengguna yang ingin melakukan digital detox secara fungsional.

HMD Touch AI Meluncur Global, Bawa Layar Sentuh dan Fitur AI ke HP Klasik

Digitnesia.com, Jakarta – HMD Global bersiap membawa perangkat feature phone terbarunya, HMD Touch AI, ke pasar internasional termasuk Indonesia. Ponsel yang memadukan estetika retro dengan teknologi kecerdasan buatan ini sebelumnya telah meluncur di China.

Bocoran informasi pada platform X menyebut Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand masuk dalam daftar negara tujuan pemasaran. Meski harga resmi global belum diumumkan, perangkat ini dibanderol sekitar Rp1,2 jutaan di pasar China.

Secara desain, HMD Touch AI tampil dengan bodi kompak yang menyerupai seri klasik Nokia Lumia. Perangkat ini pun tampil beda dibandingkan ponsel fitur konvensional berkat dukungan layar sentuh berukuran 3,2 inci.

Performa perangkat ditunjang oleh baterai berkapasitas 1.950mAh yang dapat diisi ulang menggunakan port USB Type-C. Selain itu, ponsel ini telah mendukung jaringan 4G Dual SIM serta konektivitas Wi-Fi untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dasar pengguna.

Versi global dikabarkan akan mengusung fitur yang lebih unggul dibandingkan model regional lainnya. Kehadiran layanan “Taobao AI”, dukungan pembayaran digital Alipay, serta pemindai kode QR disinyalir menjadi nilai tambah utama.

HMD juga dirumorkan menyiapkan paket penjualan menarik untuk pasar internasional. Konsumen disebut akan mendapatkan bonus berupa kartu microSD 8GB, pelindung layar, serta casing tambahan dalam varian warna putih dan emas.

Kehadiran ponsel ini menjadi solusi bagi pengguna yang ingin melakukan digital detox. Perangkat ini menawarkan konektivitas esensial tanpa gangguan ekosistem aplikasi kompleks layaknya smartphone modern.

Hingga saat ini, HMD belum merilis jadwal peluncuran resmi untuk pasar Indonesia. Namun, perangkat ini diyakini mampu menjawab kebutuhan pengguna yang mencari ponsel sekunder fungsional dengan sentuhan desain retro.

Rekomendasi