Samsung resmi meninggalkan material titanium pada Galaxy S26 Ultra dan beralih menggunakan Armor Aluminium demi efisiensi biaya produksi, mengikuti tren industri terkini yang juga dilakukan oleh kompetitor utamanya, Apple.
Digitnesia.com, Jakarta – Samsung resmi meninggalkan material titanium pada lini ponsel flagship terbaru mereka, Galaxy S26 Ultra. Sebagai gantinya, produsen teknologi asal Korea Selatan ini beralih menggunakan bingkai Armor Aluminium.
Langkah ini cukup mengejutkan mengingat titanium sebelumnya diandalkan sebagai material premium pada seri Galaxy S selama dua generasi terakhir. Perubahan ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat teknologi terkait alasan di balik keputusan tersebut.
Banyak pihak menduga efisiensi biaya menjadi faktor utama perubahan material desain ini. Titanium dikenal memiliki tingkat kesulitan proses produksi yang tinggi, sehingga memakan biaya manufaktur yang jauh lebih besar.
Penggunaan titanium di masa lalu disinyalir hanya menjadi strategi pemasaran untuk mengikuti tren industri. Samsung disebut-sebut mengadopsi material tersebut demi menyaingi langkah kompetitor utamanya, Apple.
Kini, seiring dengan kabar bahwa Apple juga akan meninggalkan penggunaan titanium, Samsung memilih untuk mengikuti arus serupa. Perusahaan beralih ke logam yang lebih ekonomis untuk menekan biaya produksi Galaxy S26 Ultra.
Keputusan ini melengkapi serangkaian penyesuaian desain Samsung pada lini Galaxy S belakangan ini. Sebelumnya, perusahaan juga telah menghapus dukungan Bluetooth pada fitur S Pen untuk model Galaxy S25 Ultra.