Bybit resmi hadir di Indonesia melalui akuisisi PT Enkripsi Teknologi Handal, berkomitmen mengutamakan kepatuhan regulasi OJK serta keamanan pengguna dalam ekosistem perdagangan aset kripto lokal yang inovatif.
Digitnesia.com, Jakarta – Bursa aset kripto global, Bybit, resmi beroperasi di Indonesia melalui entitas lokal yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini ditempuh melalui akuisisi mayoritas saham PT Enkripsi Teknologi Handal, pengelola platform NOBI, yang kini bertransformasi menjadi Bybit Indonesia.
Peluncuran resmi yang berlangsung Juli 2026 ini merupakan strategi ekspansi Bybit yang mengedepankan kepatuhan penuh terhadap regulasi domestik. Pada tahap awal, platform ini menyediakan lebih dari 500 pasangan perdagangan aset kripto bagi pengguna di Tanah Air.
CEO Bybit Indonesia, Lawrence Samantha, menyatakan bahwa akuisisi ini menggabungkan kemampuan teknologi global dengan pemahaman mendalam tim lokal terhadap pasar nasional. Fokus utama perusahaan adalah memastikan operasional yang disiplin serta memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam transisi dari platform NOBI.
“Kami menggabungkan kapabilitas global Bybit dengan pengalaman tim lokal yang memahami lanskap regulasi Indonesia,” ujar Lawrence.
Kepatuhan menjadi pilar utama dalam pengembangan bisnis ini. Co-founder sekaligus CEO Bybit, Ben Zhou, menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis yang memerlukan pendekatan berbasis kepatuhan dan perlindungan pengguna yang ketat.
Produk dan layanan akan diperkenalkan secara bertahap guna menyesuaikan ketentuan regulator serta kesiapan infrastruktur lokal. Sistem pemantauan pasar dan manajemen risiko pun telah disesuaikan agar selaras dengan standar global serta regulasi Indonesia.
Selain layanan perdagangan, Bybit Indonesia memprioritaskan edukasi melalui inisiatif seperti Bybit Learn. Langkah ini diambil mengingat tingginya volatilitas aset kripto yang menuntut pemahaman mendalam terkait keamanan akun dan manajemen risiko bagi para investor.
Operasional harian perusahaan dipimpin oleh tim manajemen lokal yang berpengalaman, yakni Lawrence Samantha sebagai CEO, Dionisius Evan sebagai COO, dan Steven Gotama sebagai CMO. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat hubungan dengan regulator sekaligus mendorong iklim persaingan yang sehat di industri aset digital nasional.