Meski mayoritas wilayah Indonesia dilanda cuaca kering pada Juli 2026, BMKG memperingatkan potensi hujan di delapan wilayah serta ancaman angin kencang di sebelas daerah akibat fenomena aktivitas atmosfer.
Digitnesia.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami cuaca kering pada pertengahan Juli 2026. Meski musim kemarau tengah berlangsung, delapan wilayah terpantau masih berpotensi diguyur hujan pada Sabtu (11/7).
Data Dasarian II Juli 2026 menunjukkan curah hujan kategori rendah mendominasi 92,64 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, kategori menengah mencakup 7,32 persen dan kategori tinggi hanya meliputi 0,04 persen wilayah.
Meski curah hujan minim, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai fenomena atmosfer yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan. “Sejumlah fenomena atmosfer perlu diperhatikan karena mendukung pertumbuhan awan hujan, baik secara lokal maupun regional,” tulis BMKG dalam laporannya.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan Gelombang Rossby Ekuator menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Fenomena ini aktif di sekitar Samudra Hindia timur laut hingga utara Aceh, Laut Andaman, Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Filipina bagian selatan, serta Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.
Dampak tidak langsung juga datang dari Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina. Meskipun bergerak menjauhi wilayah nasional, siklon ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di utara Papua Barat hingga Laut Halmahera.
Sistem tersebut juga memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah terdampak akibat terbentuknya low level jet. Delapan wilayah yang berpotensi hujan hari ini meliputi Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di 11 wilayah. Daerah tersebut mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Utara.