WhatsApp uji coba fitur username untuk privasi pengguna, namun kebijakan ini justru menuai kritik tajam karena celah keamanan serius yang memicu risiko penipuan identitas tokoh publik dan lembaga.
Jakarta – WhatsApp resmi memulai uji coba fitur reservasi nama pengguna (username) pekan ini sebagai persiapan peluncuran global pada akhir 2026.
Inovasi ini memungkinkan pengguna saling terhubung tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi.
Meta mengklaim kebijakan ini bertujuan meningkatkan privasi digital bagi seluruh pengguna.
Namun, rencana tersebut justru menuai kritik tajam dari pakar keamanan dan regulator di India.
Kekhawatiran utama muncul karena India memiliki lebih dari 500 juta pengguna WhatsApp yang rentan terhadap penipuan bermodus penyamaran akun.
Uji coba awal menunjukkan celah keamanan serius terkait ketersediaan nama akun.
Sejumlah username yang menyerupai identitas politisi, selebritas, hingga lembaga resmi dilaporkan masih tersedia untuk diklaim bebas.
Nama seperti “indiamodi”, “shahrukh.actor”, “teamamitabh”, hingga “rbi_verify” belum mendapatkan proteksi sistem.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao, juga menyoroti masalah teknis dalam fitur ini.
Ia mengeluhkan melalui media sosial X karena gagal memesan username “cz_binance” untuk akunnya.
Menanggapi berbagai temuan tersebut, Meta berdalih telah melakukan pemblokiran terhadap nama-nama tokoh publik dan instansi pemerintah tertentu.
Perusahaan mengeklaim langkah tersebut diambil untuk mencegah penyalahgunaan identitas di masa mendatang.