Tingkatkan Keamanan Fisik, Garmin Terapkan Teknologi AI pada Ajang Lari

Garmin Indonesia hadirkan inovasi kecerdasan buatan HILDA untuk deteksi dini kesiapan fisik peserta Garmin Run Indonesia 2026, memastikan pengalaman lari yang lebih aman dan terukur bagi seluruh pelari.

AI Kini Ikut Tentukan Anda Layak Ikut Lomba Lari atau Tidak

Digitnesia.com, Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini merambah sektor kesehatan untuk menilai kesiapan fisik sebelum melakukan aktivitas berintensitas tinggi. Teknologi ini berfungsi sebagai alat preventif dalam mendeteksi risiko kesehatan secara dini.

Sistem berbasis AI mampu mengolah data personal pengguna untuk menghasilkan rekomendasi yang akurat. Analisis tersebut menjadi acuan krusial bagi seseorang sebelum mengikuti kompetisi olahraga atau menjalani latihan berat.

Inovasi ini didukung oleh kecanggihan perangkat wearable modern seperti jam tangan pintar. Perangkat tersebut mampu merekam berbagai indikator, mulai dari detak jantung, kualitas tidur, hingga tingkat stres dan durasi pemulihan tubuh.

Data yang terkumpul diolah menjadi informasi yang mudah dipahami untuk mengukur kesiapan tubuh. Pengambilan keputusan terkait aktivitas fisik kini lebih berbasis data, bukan sekadar mengandalkan insting.

Meski demikian, AI tetap berstatus sebagai alat bantu dan bukan pengganti peran tenaga medis profesional. Masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu tetap diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan olahraga berat.

Penerapan teknologi ini akan diimplementasikan pada ajang Garmin Run Indonesia 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada 20 September mendatang. Penyelenggara bekerja sama dengan Halodoc menghadirkan asisten kesehatan berbasis AI bernama HILDA.

Sistem tersebut akan melakukan pre-screening kesehatan terhadap seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai. Peserta diminta memasukkan data kondisi kesehatan, yang kemudian diolah AI untuk memberikan rekomendasi kesiapan fisik sebelum bertanding.

Marketing Communications Manager Garmin Indonesia, Rian Krisna, menyatakan bahwa penggunaan teknologi ini merupakan komitmen perusahaan untuk menciptakan pengalaman lari yang lebih aman.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan panggung yang lebih besar, aman, dan kompetitif bagi setiap pelari untuk merayakan perjalanan mereka,” ujar Rian, Selasa (30/6/2026).

Rekomendasi