Tingkatkan Keamanan Belajar, OpenAI Perbarui Fitur Pengawasan Remaja di ChatGPT

OpenAI resmi meluncurkan fitur keamanan baru bagi pengguna remaja di ChatGPT, termasuk pengingat istirahat otomatis, kontrol orang tua yang lebih ketat, serta filter konten untuk memastikan lingkungan digital yang sehat.

OpenAI Tambah Fitur Keamanan ChatGPT untuk Remaja, Begini Cara Kerjanya

Digitnesia.com, Jakarta – OpenAI resmi meluncurkan serangkaian fitur keamanan baru pada ChatGPT guna menciptakan lingkungan kecerdasan buatan (AI) yang lebih sehat bagi remaja. Pembaruan ini mencakup integrasi pengingat istirahat otomatis serta perluasan kendali bagi orang tua.

Langkah ini diambil menyusul tingginya penggunaan ChatGPT di kalangan remaja untuk kebutuhan belajar dan produktivitas. OpenAI berkomitmen memastikan AI tetap menjadi perangkat pendukung tanpa memicu kebiasaan durasi layar berlebihan.

Sistem kini akan mengirimkan notifikasi otomatis kepada pengguna remaja untuk beristirahat setelah mengakses layanan dalam durasi lama. Fitur ini dirancang khusus untuk menjaga keseimbangan aktivitas digital.

Pembaruan juga menyasar fitur Parental Controls guna memberikan pengawasan lebih ketat bagi orang tua. Melalui pengaturan Quiet Hours, orang tua dapat membatasi waktu akses anak pada periode tertentu.

Orang tua kini memiliki kendali penuh untuk menonaktifkan Voice Mode hingga membatasi akses pembuatan gambar. Mereka pun dapat mengaktifkan Study Mode sebagai pengaturan otomatis saat remaja memulai percakapan baru.

Mode belajar ini bertujuan agar ChatGPT tidak sekadar menyajikan jawaban instan. AI akan membimbing remaja melalui serangkaian pertanyaan untuk memahami proses penyelesaian masalah secara mendalam.

Perlindungan akun remaja turut diperketat melalui sistem penyaringan konten yang lebih kuat. Respons terhadap permintaan berisiko, seperti konten kekerasan, tantangan viral berbahaya, hingga tindakan menyakiti diri sendiri, akan dibatasi secara otomatis.

Kebijakan preventif ini juga mencakup pemblokiran terhadap permainan peran yang bersifat romantis maupun seksual. Seluruh langkah tersebut diterapkan guna memastikan interaksi dengan AI tetap sesuai dengan usia pengguna.

Rekomendasi