Tingkatkan Kapasitas Jaringan, Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Pita Frekuensi Radio

Komdigi tetapkan Telkomsel, Indosat, dan XL sebagai pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz guna mempercepat transformasi digital serta pemerataan akses internet berkualitas hingga ke seluruh pelosok tanah air.

Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi

Digitnesia.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Indosat Tbk, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk sebagai pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz. Penetapan ini dilakukan setelah seluruh tahapan seleksi sejak April 2026 rampung tanpa kendala.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan tambahan spektrum ini akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler nasional. Langkah ini diharapkan membuat layanan internet seluler lebih cepat, stabil, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Komdigi memastikan lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level rumput,” ujar Meutya dalam keterangan resminya, Selasa (21/7).

Mekanisme seleksi ini diproyeksikan menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp6 triliun pada tahap awal. Dalam sepuluh tahun ke depan, total potensi penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp29,9 triliun.

Selain aspek ekonomi, para pemenang lelang diwajibkan memperluas jangkauan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Wilayah tersebut saat ini masih mengalami kendala sinyal.

“Kehadiran konektivitas akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau,” tambah Meutya.

Pemenang lelang juga diwajibkan menyediakan layanan 5G dengan cakupan minimal 51 persen dari populasi nasional pada tahun kelima. Pemerintah menargetkan kecepatan rata-rata mobile broadband nasional mencapai 100 Mbps pada 2029.

Strategi ini menggabungkan pita 700 MHz yang unggul dalam jangkauan hingga ke dalam bangunan dengan pita 2,6 GHz sebagai penopang kapasitas 5G. Ke depan, Komdigi juga tengah menyiapkan pemanfaatan frekuensi 900 MHz untuk memenuhi kebutuhan konektivitas.

Meutya menegaskan spektrum frekuensi adalah infrastruktur dasar transformasi digital nasional. Optimalisasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi digital serta memastikan pemerataan akses teknologi hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Rekomendasi