Fenomena langka Gerhana Matahari Total akan menyapa wilayah Eropa dan Greenland pada 12 Agustus mendatang, menyajikan pemandangan alam spektakuler sekaligus menjadi momen bersejarah bagi penduduk Spanyol.
Digitnesia.com, Jakarta – Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) akan menyapa dunia pada 12 Agustus mendatang. Kejadian langka ini bakal melintasi sejumlah wilayah di Greenland, Islandia, Spanyol utara, dan Portugal timur laut.
Gerhana terjadi saat Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi. Posisi ini menciptakan bayangan yang menghalangi cahaya Matahari secara penuh di wilayah tertentu.
Pengamat di jalur totalitas akan melihat langit menggelap saat Matahari menghilang. Sementara itu, wilayah lain di Eropa, Afrika, dan Amerika Utara hanya akan menyaksikan gerhana matahari sebagian.
Bagi Spanyol, peristiwa ini menjadi momen bersejarah karena merupakan gerhana matahari total pertama sejak 1905. Fenomena ini sekaligus mengawali rangkaian tiga gerhana matahari yang akan melintasi negara tersebut hingga 2028.
Direktur Sains Badan Antariksa Eropa (ESA), Carole Mundell, menilai gerhana matahari sebagai momen langka yang menyatukan masyarakat dunia. Ia menyebut fenomena ini sebagai pengingat akan keajaiban alam semesta dan semangat eksplorasi manusia.
Jalur totalitas gerhana terbentang sepanjang 8.300 kilometer, dimulai dari pesisir Arktik sekitar pukul 13.00 ET. Durasi fase totalitas bervariasi, yakni lebih dari dua menit di Greenland dan sekitar 20 detik di Spanyol utara.
Berikut jadwal waktu dimulainya fase totalitas di sejumlah lokasi:
* Reykjavík, Islandia: 16.47
* León, Spanyol: 19.32
* Zaragoza, Spanyol: 19.34
* Valencia, Spanyol: 19.38
Gerhana matahari sebagian juga dapat disaksikan di berbagai kota besar dunia, seperti New York (13.07), London (18.17), Paris (19.22), dan Milan (19.27). Fenomena gerhana matahari total berikutnya dijadwalkan melintasi selatan Spanyol, Afrika Utara, Arab Saudi, hingga Yaman pada 2 Agustus 2027.