Cegah Kesalahan Navigasi, Wisatawan Gunakan Aplikasi Peta Alternatif di China

Wisatawan diimbau tidak mengandalkan Google Maps saat berkunjung ke China karena akses diblokir pemerintah serta ketidakakuratan data navigasi yang berisiko membuat pengguna tersesat selama perjalanan di sana.

Alasan Google Maps Tak Bisa Digunakan di China

Digitnesia.com, Jakarta – Wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang berkunjung ke China diimbau untuk tidak mengandalkan Google Maps sebagai alat navigasi utama. Layanan peta digital tersebut dilaporkan tidak berfungsi optimal di negara tersebut.

Kondisi ini merupakan dampak dari penghentian operasional Google di pasar China sejak lebih dari satu dekade lalu. Keputusan tersebut diambil menyusul perselisihan panjang antara raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu dengan pemerintah setempat.

Pemerintah China telah memblokir akses ke berbagai layanan Google, termasuk Google Maps. Akibatnya, aplikasi ini tidak lagi mendapatkan dukungan resmi maupun pembaruan data di wilayah tersebut.

Ponsel Android yang dipasarkan di China pun tidak dilengkapi Google Mobile Services (GMS). Pengguna tidak memiliki akses ke Google Play Store maupun aplikasi Google Maps bawaan.

Bagi pengguna iPhone, aplikasi Google Maps memang masih tersedia di App Store versi China. Namun, pengalaman penggunaannya sangat terbatas dibandingkan di negara lain.

Data peta yang tersaji kerap tidak akurat serta berisiko memunculkan kesalahan navigasi bagi penggunanya. Masalah ini diperparah dengan penerapan sistem koordinat peta yang berbeda dari standar global.

Perbedaan teknis tersebut menyebabkan posisi pada peta sering tidak sinkron dengan lokasi sebenarnya. Akibat ketidakakuratan data, petunjuk arah yang diberikan Google Maps berisiko besar meleset.

Oleh karena itu, para pelancong sangat disarankan menggunakan aplikasi navigasi alternatif yang lebih kompatibel. Langkah ini krusial agar kegiatan perjalanan selama berada di China tetap berjalan lancar.

Rekomendasi