Bill Gates prediksi programmer, ahli biologi, pakar energi, dan atlet profesional sulit tergantikan AI karena peran manusia tetap penting dalam emosi, logika, dan keputusan.
Digitnesia.com, Jakarta – Pendiri Microsoft Bill Gates memprediksi empat bidang pekerjaan yang paling sulit tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI). Bidang tersebut meliputi pemrogram, ahli biologi, pakar energi, dan atlet profesional.
Pandangan ini merupakan rangkuman dari berbagai pernyataan Gates mengenai dampak AI di masa depan. Laporan media teknologi merangkum pandangannya bahwa keempat profesi ini dinilai paling aman dari ancaman otomatisasi AI.
Gates secara khusus menyoroti peran atlet profesional dalam sebuah wawancara. Ia menekankan bahwa manusia akan tetap berperan dalam menentukan aspek kehidupan mana yang ingin dipertahankan sebagai aktivitas manusiawi.
“Kita akan memutuskan,” ujar Gates, merujuk pada peran manusia di masa depan. Ia memberikan contoh dunia olahraga, menyatakan, “Kita tidak ingin menonton komputer bermain bisbol.”
Hal ini mengindikasikan bahwa atlet profesional sulit digantikan AI. Daya tarik olahraga tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga pada emosi, kompetisi, dan keterikatan emosional penonton pada atlet manusia.
Gates juga berulang kali menegaskan pentingnya peran manusia dalam pemrograman. Ia menepis kekhawatiran mengenai penggantian insinyur perangkat lunak oleh AI. “Kita masih membutuhkan insinyur perangkat lunak karena kita tidak akan berhenti membutuhkannya,” tegas Gates.
Dalam wawancara lain, Gates menyatakan bahwa kemampuan coding dan matematika tetap krusial meskipun AI semakin cakap dalam pekerjaan teknis. Ia menyamakannya dengan pertanyaan perlunya belajar perkalian saat komputer mampu melakukannya dengan baik.
Menurut Gates, pemahaman dasar matematika dan coding membantu manusia memahami cara kerja AI. Pengetahuan fundamental ini penting karena AI bisa cerdas dalam satu konteks namun keliru di konteks lain. AI dapat membantu penulisan kode, namun manusia tetap diperlukan untuk memahami masalah, mengambil keputusan, memperbaiki kesalahan, dan menentukan arah pengembangan teknologi.