ITSEC Asia meluncurkan Cyber & AI Academy untuk mengatasi kesenjangan enam juta talenta digital Indonesia, guna memperkuat pertahanan siber nasional melalui pelatihan berbasis praktik dan simulasi ancaman nyata.
Digitnesia.com, Jakarta – Perusahaan keamanan siber ITSEC Asia Tbk resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di Jakarta, Senin (10/8/2026). Langkah ini diambil guna menjawab tantangan darurat talenta digital di sektor keamanan siber dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Pemerintah mencatat kebutuhan talenta digital Indonesia mencapai 9 juta orang pada 2030 untuk mendukung ekonomi digital. Namun, pasokan tenaga ahli saat ini baru berada di kisaran 3 juta orang.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa kesenjangan 6 juta talenta tersebut tidak mungkin diatasi pemerintah sendirian. Ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.
“Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri. Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy menjadi langkah krusial untuk memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” ujar Nezar.
Akademi ini mengusung filosofi “We don’t just train defenders. We create them” melalui metode pelatihan berbasis praktik langsung dan simulasi ancaman nyata. Proses pembelajaran dirancang terintegrasi mulai dari asesmen awal, teori, praktik intensif, hingga evaluasi akhir.
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menyampaikan bahwa kurikulum akademi dikembangkan dari pengalaman 16 tahun perusahaan di industri keamanan siber. Langkah ini bertujuan mencetak generasi pelindung ekosistem digital Indonesia yang mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Program unggulan “Cybersecurity Academy: Defend & Attack” akan melatih peserta dari dua perspektif. Pertama, perspektif defensif untuk membangun benteng pertahanan, dan kedua, perspektif ofensif guna memahami cara kerja peretas dalam mencari celah kerentanan sistem.
Selain pertahanan siber, akademi ini juga menargetkan penguatan tata kelola data berbasis AI. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menyatakan bahwa penguasaan teknologi ini sangat vital untuk menjaga kedaulatan data nasional.
“AI dapat membantu kita menyelesaikan berbagai persoalan yang relevan bagi Indonesia. Hal tersebut membutuhkan talenta yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga memahami data yang menjadi dasarnya,” tutur Stella.
Kehadiran ITSEC Cyber & AI Academy diharapkan mampu menjadi akselerator dalam menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan SDM dalam negeri. Langkah ini sekaligus memperkuat benteng pertahanan digital Indonesia di masa depan.